Sunday, 4 March 2012

10 GOLONGAN MANUSIA YANG DI USIR DARI PADANG MAHSYAR


1. Mereka diusir berupa kera. Mereka adalah manusia yang suka mengadu domba.

2. Mereka diusir berupa babi. Mereka adalah manusia yang suka memakan barang yang haram.

3. Mereka dihalau dalam keadana terbalik kaki di atas dan kepala di bawah. Mereka adalah dari golongan yang suka berdusta.

4. Mereka dihalau dalam keadaan bisu dan pekak serta tidak berakal. Mereka adalah dari golongan yang riak bangga diri dan sombong.

5. Mereka dihalau dalam keadaan menguyah lidah sendiri sedang lidahnya itu
menjulur ke bawah sampai ke dadanya dan dari mulutnya keluar nanah yang
menjijikkan. Mereka adalah ahli pidato yang ucapannya berlainan dengan
perilakunya.

6. Mereka dihalau dalam keadaan tersalib di pohon kurma dari neraka. Mereka adalah manusia yang berusaha mengajak orang ramai untuk menyokong pemimpin yang tidak jujur.

7. Mereka dihalau dalam keadaan terpotong tangan dan kakinya. Mereka adalah
orang-orang yang mengganggu jiran-jiran.

8. mereka dihalau dalam keadaan buta. Mereka adalah dari golongan yang curang dalam menetapkan hukum.

9. Mereka dihalau dalam keadaan busuknya lebih busuk daripada bau bangkai.
Mereka adalah orang yang gemar melepaskan nafsu syahwat dan menolak perkara wajib seperti zakat, puasa, solat, ... tidak menjalankan kerja dakwah dan sebagainya.

10. Mereka dikumpulkan dalam keadaan memakai pakaian besi yang panas. Mereka ini adalah manusia yg syirik kepada Allah swt.

SILA KLIK "SHARE" PADA RAKAN-RAKAN YANG LAIN :)
MUDAHKAN,MENDAPAT PAHALA DENGAN CARA BERDAKWAH DLM FACEBOOK NI ♥ INSYAALLAH :)
BUAH KEHIDUPAN

Tahun itu diperumpamakan sebagai pohon, bulan sebagai cabangnya, hari itu rantingnya, jam itu daunnya, dan napas itu buahnya.

Apabila napasnya atau denyut jantungnya dipergunakan untuk ketaatan, buah dari pohon itu akan terasa manis.

Sebaliknya jika dipergunakan untuk kemaksiatan, buahnya akan terasa pahit.

Adapun untuk memetik hasil dari tanaman tersebut adalah pada hari kiamat nanti.

Pada waktu itulah akan terlihat manis pahitnya dari tanaman yang pernah ia tanam di dunia.

(Kitab Al Fawaid,Ibnu Qoyyim)

versi kesedaran

TUJUH LANGIT, TUJUH MALAIKAT PENJAGA, dan TUJUH AMALAN SANG HAMBA..

Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.

Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma'dan, mereka berkata kepada Mu'adz bin Jabal, "Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena sangat kerasnya hadits tersebut dan sangat halus serta dalamnya makna ungkapannya. Hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?"

Mu'adz menjawab, "Baiklah, akan aku ceritakan..." Tiba-tiba Mu'adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, "Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau...". Kemudian Mu'adz melanjutkan:

Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw. yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau. Kemudian aku melihat Rasulullah menengadah ke langit dan bersabda, "Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yang telah menetapkan kepada setiap ciptaan-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Wahai Mu'adz....!

Labbaik, wahai penghulu para rasul....!

Akan aku ceritakan kepadamu sebuah kisah, yang apabila engkau menjaganya baik-baik, maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya, apabila engkau mengabaikannya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla....!

Wahai Mu'adz...
Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit dan bumi. Pada setiap langit terdapat satu malaikat penjaga pintunya, dan menjadikan penjaga dari tiap pintu tersebut satu malaikat yang kadarnya disesuaikan dengan keagungan dari tiap tingkatan langitnya.

Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dengan amalan seorang hamba yang amalan tersebut memancarkan cahaya dan bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tersebut ke langit dunia (as-samaa'I d-dunya) yaitu sampai ke dalam jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tersebut dan
mensucikannya.

Namun tatkala sampai pada pintu langit pertama, tiba-tiba malaikat penjaga pintu tersebut berkata, "Tamparlah wajah pemilik amal ini dengan amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah... Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk mencegah setiap hamba yang telah berbuat ghibah di antara manusia -membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain yang apabila orang itu mengetahuinya, dia tidak suka mendengarnya- untuk dapat melewati pintu langit pertama ini....!!"

Kemudian keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tersebut bercahaya yang cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah dan disucikannya, hingga akhirnya dapat menembus ke langit kedua. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba-tiba berkata, "Berhenti kalian...! Tamparlah wajah pemilik amal tersebut dengan amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka ('aradla d-dunya).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalan si hamba yang berbuat itu melewati langit dua ini menuju langit berikutnya!" Mendengar itu semua, para malaikat pun melaknati si hamba tersebut hingga petang harinya.

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan sang hamba yang nampak indah, yang di dalamnya terdapat shadaqah, shaum-shaumnya serta perbuatan baiknya yang melimpah. Malaikat Hafadzah pun memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya hingga akhirnya dapat menembus langit pertama dan kedua. Namun ketika sampai di pintu langit ketiga, tiba-tiba malaikat penjaga pintu langit tersebut berkata, "Berhentilah kalian...! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tersebut dengan amalan-amalannya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr (sifat takabur). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku, karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dalam setiap majelis pertemuan mereka...."

Malaikat Hafadzah lainnya naik ke langit demi langit dengan membawa amalan seorang hamba yang tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang dan planet. Suaranya tampak bergema dan tasbihnya bergaung disebabkan oleh ibadah shaum, shalat, haji dan umrah, hingga tampak menembus tiga langit
pertama dan sampai ke pintu langit keempat. Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, "Berhentilah kalian...! Dan tamparkan dengan amalan-amalan tersebut ke wajah pemiliknya..! Aku adalah malaikat penjaga sifat 'ujub (takjub akan keadaan jiwanya sendiri). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku agar ridak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku. Dia selalu memasukkan unsur 'ujub di dalam jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan...!"

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorang hamba yang diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya. Hingga sampailah amalan tersebut menembus langit kelima dengan amalannya yang baik berupa jihad, haji dan umrah. Amalan tersebut memiliki cahaya bagaikan sinar matahari.
Namun sesampainya di pintu langit kelima tersebut, berkatalah sang malaikat penjaga pintu, "Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki). Dia telah berbuat dengki kepada manusia ketika mereka diberi karunia oleh Allah. Dia marah terhadap apa-apa yang telah Allah ridlai dalam ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal tersebut melewatiku menunju langit berikutnya...!"

Malaikat Hafadzah lainnya naik dengan amalan seorang hamba berupa wudlu yang sempurna, shalat yang banyak, shaum-shaumnya, haji dan umrah, hingga sampailah ke langit yang keenam. Namun malaikat penjaga pintu langit keenam berkata, 'Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang). Tamparkanlah amalan
si hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya. Rabb Pemeliharaku memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya...!'

Naiklah malaikat Hafadzah lainnya bersama amalan seorang hamba berupa nafkah yang berlimpah, shaum, shalat, jihad dan sifat wara' (berhati-hati dalam bermal). Amalan tersebut bergemuruh bagaikan guntur dan bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yang ketujuh, berhentilah amalan tersebut di hadapan malaikat penjaga pintunya. Malaikat itu berkata, 'Saya adalah pemilik sebutan (adz-dzikru) atau sum'ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini
berbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya di dalam setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan-kawannya dan mendapatkan kehormatan di antara para pembesar. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalannya menembus melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yang tidak diperuntukkan bagi Allah ta'ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya', dan Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan seseorang yang diiringi dengan riya' tersebut....!'

Dan malaikat Hafadzah lainnya naik beserta amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yang berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir kepada Allah Ta'ala, maka seluruh malaikat di tujuh langit tersebut beriringan menyertainya hingga terputuslah seluruh hijab dalam menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yang Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. Dan para malaikat tersebut menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yang diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta'ala.

Namun tanpa disangka Allah berfirman, 'Kalian adalah malaikat Hafadzah yang menjaga amal-amal hamba-Ku, dan Aku adalah Sang Pengawas, yang memiliki kemampuan dalam mengamati apa-apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya dengan amalannya itu, sebenarnya dia tidak menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku...! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. Dan Aku Maha Mengetahui terhadap apa yang dia inginkan dari amalannya tersebut. Laknatku bagi dia yang telah menipu makhluk lainnya dan kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. Dan Aku adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, Yang memunculkan apa-apa yang tersimpan di dalam kalbu-kalbu. Tidak ada satu pun di hadapan-Ku yang tersembunyi, dan tidak ada yang samar di hadapan-Ku terhadap segala yang tersamar..... Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuan-Ku terhadap yang akan datang. Dan pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yang awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yang akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yang rahasia dan tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dengan ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yang tidak memiliki pengetahuan, dan Aku Maha Mengetahui segala yang ghaib. Baginya laknat-Ku....!!

Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga tujuh langit beserta tiga ribu pengiringnya, 'Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu dan laknat kami. Dan berkatalah seluruh petala langit, 'Laknat Allah baginya dan laknat mereka yang melaknat buat sang hamba itu..!

Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba-tiba menangislah Mu'adz Rahimahullah, dengan isak tangisnya yang cukup keras...Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, "Wahai Rasulullah......Bagaimana bisa aku selamat dari apa-apa yang telah engkau ceritakan tadi...??"

Rasulullah bersabda, "Oleh karena itu wahai Mu'adz.....Ikutilah Nabimu di dalam sebuah keyakinan...".

Dengan suara yang bergetar Mu'adz berkata, "Engkau adalah Rasul Allah, dan aku hanyalah seorang Mu'adz bin Jabal....Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua...??"

Nabi yang suci bersabda, "Baiklah wahai Mu'adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib. Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat. Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta'ala, "Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya..." (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang........

Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu'adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, "Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua....??"

"Wahai Mu'adz...! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.... Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya.....!!"

Khalid bin Ma'dan kemudian berkata bahwa Mu'adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, dan sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari dan menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.

Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, "Setelah kalian mendengar hadits yang sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yang sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal dan menyempitkan dada yang kini penuh dengan huru-hara yang mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam. Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri dan berdoa, menjerit dan menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yang merendahkan diri, yang menjerit dan selalu berdoa kepada Allah Ta'ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan bersar dalam hidupmu yang kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan dan rahmat Allah Ta'ala semata.

Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang-orang yang lengah. Urusan ini harus benar-benar diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yang menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yang celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta'ala, kapan saja dan dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yang Maha Menolong dengan sebaik-baiknya...

laa haula wa laa quwwata illa billaah...

Wednesday, 8 February 2012

tanda jodoh kita

Firman Allah SWT, bermaksud "Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Surah Muhammad, ayat 7)

Jodoh adalah perkara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Tetapi bagaimana kita mengetahui dia memang ditakdirkan untuk kita? Allah SWT mengurniakan manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan aka untuk berfikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya bagi mengungkapkan rahsia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang dijodohkan pasti memiliki ikatan emosi , spiritual dan fizikal antara keduanya. Apabila bersama, masing-masing dapat merasai kemanisan cinta dan saling memerlukan antara satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama. Benarkah ia seperti yang diperkatakan?

Berikut adalah 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita :

1. Bersahaja

Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakon. Cuba perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakon. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakon. Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.

2. Senang Bersama

Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama. Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.

3. Terima Kita Seadanya

Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekarang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga sedia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

4. Sentiasa Jujur

Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakonkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

5. Percaya Mempercayai

Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.

6. Senang Bekerjasama

Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasama melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remeh ataupun sukar. Segala kerja yang dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjasama, sukar bagi kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?

7. Memahami Diri Kita

Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, "lidah sendiri lagikan tergigit", inikan pula suami isteri'. Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

8. Tampilkan Kelemahan

Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Tipulah jika ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya.Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.

9. Kata Hati

Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Allah deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu perasaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindakbalas pada situasi tertentu. Apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

10. Solat Istikharah dan Tawakkal

Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan peranan sebagai pelakon, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah bagi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, berserahlah kepadaNya dan terus berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya.

- Artikel iluvislam.com

Tuesday, 31 January 2012

hayati

Irfan Makki – I Believe Feat. Maher Zain Lyrics

*Irfan Makki*
When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you

He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him

You’re always in my heart and mind
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?

*Maher Zain*
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time

No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You’re always in my heart and mind
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day

Chorus

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Chorus

I believe I believe, I believe I believe

14 AMALAN DISUKAI SYAITAN

14 AMALAN DISUKAI SYAITAN


ADAKAH KITA TERGOLONG DALAM PERBUATAN INI ?
Jika syaitan itu Musuh yang Nyata bagi mu - maka kenalilah ia.



Firman Allah SWT :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Maksudnya : "Sesungguhnya syaitan ialah musuh kepada kamu, maka jadikanlah dia musuh. Sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi penduduk neraka." (Surah Faatir ayat 6)

Kita haruslah sedaya upaya berusaha menjauhi amalan-amalan yang diwarisi daripada syaitan atau perbuatan yang boleh menyebabkan kita menjadi pengikutnya. Walaupun kita berdepan dengan musuh yang tidak dapat dilihat, hadis-hadis Rasulullah SAW banyak mendedahkan hakikat sebenar syaitan dan cara-cara untuk menghindari tipu muslihatnya.

Di sini dinyatakan hadis-hadis mengenai perkara ini untuk panduan kita bersama. Iaitu ;


1. SYAITAN MAKAN DAN MINUM DENGAN TANGAN KIRI

Sabda Rasulullah SAW maksudnya : "Apabila seseorang daripada kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Ini kerana sesungguhnya, syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya. "(Hadis Riwayat Muslim)

Berusahalah sedaya-upaya makan dengan tangan kanan walaupun ada diantara kita seorang yang kidal. Sekiranya jika kalian makan dengan menggunakan sudu dan garpu, suaplah ke mulut dengan tangan kanan agar tidak menyerupai syaitan yang makan dengan tangan kiri.


2.SYAITAN MINUM DAN MAKAN DALAM KEADAADN BERDIRI

Rasulullah SAW melihat seseorang yang minum sambil berdiri.
Baginda menegur, " Jangan begitu! "

Orang itu bertanya, " Mengapa? "

Rasulullah menjawab, " Adakah kamu suka minum bersama kucing? "

Orang itu menjawab, " Tidak. "

Rasulullah SAW meneruskan: "Sesungguhnya telah ikut serta minum bersama kamu sesuatu yang lebih buruk daripadanya, iaitu syaitan. "(Hadis Riwayat al-Darimiy dengan sanad yang sahih)

Oleh itu, elakkan minum sambil berdiri kecuali dalam keadaan yang tidak mengizinkan seperti keadaan yang sesak dengan orang ramai atau kawasan yang kotor.


3.SYAITAN KETAWA APABILA MENGUAP SEHINGGA MENGELUARKAN BUNYI.

Sekiranya kalian menguap, ingatlah itu adalah daripada syaitan.

Sabda Nabi SAW yang bermaksud : "Menguap adalah daripada syaitan. Maka apabila seseorang daripada kalian menguap, tahanlah sedaya mungkin kerana sesungguhnya apabila seseorang kalian menguap sambil berbunyi 'Haaa', maka ketawalah syaitan. " ( Hadis Riwayat Bukhari)

Jika tidak dapat menahan diri daripada menguap, maka tutuplah mulut dengan tangan dan berusaha tidak mengeluarkan sebarang bunyi. Ini berdasarkan hadis Nabi SAW yang bermaksud : "Jika seseorang kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangannya kerana sesungguhnya syaitan masuk (ke dalam mulut yang terbuka). "
( Hadis Riwayat Muslim)


4.SYAITAN KENCING DI TELINGA

Apabila seseorang itu tidur sehingga pagi hari maka syaitan kencing di kedua belah telinganya seperti di dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari yang bermaksud : " Itu ialah orang yang syaitan telah kencing di dalam kedua-dua telinganya atau salah satu telinganya. "

Rasulullah SAW berkata demikian apabila diceritakan kepada baginda tentang seseorang yang tidur sehingga pagi.


5.SYAITAN DAPAT MAKAN,MINUM DAN TEMPAT BERMALAM

Imam Muslim meriwayatkan hadis yang bermaksud: "Apabila seseorang itu memasuki rumahnya dan mengingati Allah dengan membaca 'Bismillah' ketika memasukinya dan ketika ingin makan, berkatalah syaitan kepada golongannya ; " Kalian tidak memiliki tempat untuk bermalam dan tidak juga memiliki makanan malam. "

Sebaliknya apabila seseorang itu memasuki rumah dan tidak mengingati Allah ketika memasukinya, berkatalah syaitan kepada golongannya ; " Kalian telah mendapat tempat bermalam. "

Apabila seseorang tidak mengingati Allah ketika makan, maka berkatalah syaitan kepada golongannya ; "Kalian telah mendapat tempat bermalam dan makan malam. "

Menyebut nama Allah ( Bismillah) ini dituntut juga ketika keluar dari rumah, menutup bekas-bekas makanan dan minuman, ketika menutup pintu dan tingkap agar terselamat daripada gangguan syaitan.


6.SYAITAN MAKAN SISA-SISA MAKANAN

Apabila Rasulullah SAW makan, baginda menjilat jari-jarinya sebanyak tiga kali.

Anas berkata, bahawa Rasulullah bersabda (maksudnya) : "Jika sesuatu makanan seseorang kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya dan membersihkan sebarang kotoran yang melekat padanya lalu memakannya. Janganlah meninggalkannya untuk syaitan. "
Anas melanjutkan ; " Rasulullah juga menyuruh kami untuk menghabiskan sebarang sisa makanan. "
Baginda berpesan ; " Ini kerana kalian tidak tahu di bahagian manakah pada makanan kalian terdapat keberkatan. " (Hadis Riwayat Muslim)

Tidak usahlah kalian menjadi pemurah kepada syaitan dengan membiarkan sisa-sisa makanan. Entah berapa ramai yang tamak ketika makan sehingga menyebabkan makanan berlebihan dibiarkan untuk santapan musuhnya sendiri.


7.ORANG YANG MEMBAZIR IALAH SAUDARA SYAITAN

Siapakah yang telah mempersaudarakan seorang yang membazir dengan syaitan?.
Allah SWT sendiri yang mempersaudarakan antara keduanya.

Firman Allah SWT ;

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Maksudnya : "Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu ialah saudara-saudara syaitan." (Surah Al-Isra' ayat 27)


8.SYAITAN MENGGANGU IBADAT MANUSIA

Sahabat bernama ‘Uthman bin Abi al-‘Ash mengadu kepada Rasulullah SAW ;
" Wahai Rasulullah! Sesungguhnya syaitan menghalang antaraku dan solat serta bacaan Al-Quran ku, dan ia selalu mengelirukan aku. "
Maka Rasulullah menjawab ; " Itulah syaitan yang disebut sebagai 'Khanzab', maka apabila merasai gangguannya, mohonlah perlindungan Allah dan ludahlah ke kiri sebanyak tiga kali. ‘Uthman bin al-‘Ash kemudian berkata; " Aku melakukan itu dan Allah menjauhkan gangguan syaitan itu dariku. " (Hadis Riwayat Muslim)


9.SIKAP TERBURU-BURU ADALAH DARI PADA SYAITAN

Kadang-kadang kita bersikap terburu-buru di dalam melakukan sesuatu perkara yang menyebabkan kita menghadapi kerugian, kualiti kerja yang merosot dan sebagainya. Sikap gopoh dan terburu-buru ini adalah antara hasutan syaitan.

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: "Ketenangan adalah daripada Allah manakala tergesa-gesa adalah daripada syaitan. " (Hadis Riwayat Al-Baihaqi)


10. SIKAP CEMBURU ADALAH DARI SYAITAN:

Cemburu di sini ialah cemburu membabi-buta tanpa bukti dan usul periksa. Seperti hadis Aishah r.a. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang bermaksud: " Apa yang terjadi kepada kamu, wahai Aishah? Adakah kamu cemburu? "
" Takkanlah aku tidak cemburu kepada orang seperti tuan? "
Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan : "Apakah telah datang kepadamu syaitan kamu?"
" Wahai Rasulullah! Apakah bersama aku ada syaitan? "
" Ya. "
" Dan apakah syaitan itu ada di setiap manusia? "
" Ya. "
" Apakah syaitan juga bersama kamu wahai Rasulullah? "
" Ya, akan tetapi Tuhanku telah menolongku daripadanya. "


11.PERASAAN MARAH ADALAH DARIPADA SYAITAN

Apabila seseorang itu di dalam keadaan marah, syaitan menguasai dirinya sehingga sanggup melakukan perkara di luar batas kemanusiaan. Perkara ini boleh diatasi dengan membaca 'istiqhfar' .

Sulaiman Bin Surd berkata: "Ketika aku sedang duduk bersama Nabi SAW, terdapat dua orang sedang bertengkar sehingga salah seorang daripada mereka menjadi merah wajahnya dan urat-urat lehernya timbul. Maka Nabi SAW bersabda: " Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimah yang jika diucapkan nescaya kemarahannya akan hilang. Iaitu sebutlah 'A'uzubillahi minash syaitan' nescaya kemarahannya akan hilang. "
( Hadis Riwayat Bukhari)


12.SYAITAN GEMAR BERKELIARAN PADA WAKTU SENJA

Kita sering dilarang oleh ibu bapa kita supaya tidak berada di luar rumah pada waktu senja.

Pesanan ini berasal daripada Rasulullah SAW yang bermaksud: " Apabila malam menjelang tiba, maka tahanlah anak-anak kalian (daripada keluar) kerana sesungguhnya pada waktu itu syaitan-syaitan berkeliaran. Apabila telah berlalu waktu Isya', maka lepaskanlah mereka. "
(Hadis Riwayat Bukhari)


13.PASAR ADALAH TEMPAT KEGEMARAN SYAITAN

Tempat-tempat seperti ini merupakan tempat syaitan melepak.

Rasulullah SAW bersabda: " Selagi mampu, janganlah menjadi orang yang pertama memasuki pasar dan janganlah menjadi orang terakhir yang keluar dari pasar kerana sesungguhnya pasar ialah medan tempur syaitan dan di situlah benderanya dipacakkan. "
( Hadis Riwayat Muslim)

Pada masa kini pusat membeli belah, pasaraya dan bursa saham juga termasuk di dalam hadis di atas.


14.SYAITAN BOLEH MEMBESAR SEPERTI RUMAH

Imam Ahmad Bin Hanbal dalam musnadnya meriwayatkan dari seseorang yang dibonceng oleh Nabi SAW. Dia berkata , " Tunggangan Nabi SAW tergelincir, maka aku katakan celaka syaitan. "

Nabi SAW bersabda : " Janganlah kalian menyebut 'Celakalah syaitan!' kerana apabila engkau mengatakannya, syaitan akan membesar sehingga sebesar rumah dan berkata, 'Demi kekuatanku!' . Sebaliknya sebutlah 'Bismillah!' kerana apabila engkau mengatakannya syaitan akan mengecil sehingga sekecil lalat. "

Sahabat yang dimuliakan,
Demikian sebahagian himpunan hadis-hadis yang berkaitan dengan syaitan. Semoga perkongsian ini dapat membantu kita untuk lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan seharian agar selamat dan terpelihara daripada musuh nombor satu manusia iaitu syaitan dan iblis laknatullah. Mudah-mudahan kita semua sentiasa mendapat perlindungan daripada Allah SWT daripada muslihat, godaan dan tipu daya mereka.

والله اعلم

SYAITAN INI MUSUH KITAKAH ATAUPUN KAWAN ?
MAHUKAH KITA MENGIKUT NYA ?

PENTINGKAN INI SMOGA KITA TIDAK TERGOLONG DALAM MEREKA-MEREKA YANG BERSAMANYA.

Sumber : Ustz Abu Basyer